Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Utama BPJS Kesehatan tubuh, Ali Ghufron Mukti tetap mendorong rumah sakit pacar BPJS Kesehatan untuk berinovasi dalam memberikan layanan kepada peserta JKN-KIS.

“Rumah sakit harus berinovasi untuk menghadirkan layanan dengan memudahkan pasiennya, termasuk peserta JKN-KIS, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan sarana infrastruktur yang ada. Semakin gampang pasien memperoleh layanan dalam suatu fasilitas kesehatan, semakin puas mereka terhadap kemudahan kesehatan tersebut, ” katanya dalam kunjungan ke Sendi Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito, Jumat (16/4/2021).

Ghufron menyebut, ada beberapa poin penting yang dijadikan fokus utama BPJS Kesehatan dalam menyelenggarakan Agenda JKN-KIS. Selain peningkatan status layanan, Ghufron juga mau melibatkan seluruh pemangku hajat untuk bersama-sama mendukung pada penyelenggaraan Program JKN-KIS bertemu dengan peran, kewenangan & tanggung jawab masing-masing.


“Tentu dengan kami harapkan adalah seluruh pemangku kepentingan bisa menyimpan rasa memiliki Program JKN-KIS. BPJS Kesehatan tidak mampu menjalankan program ini dengan maksimal tanpa dukungan dibanding seluruh pemangku kepentingan supaya masyarakat bisa merasakan khasiat kehadiran Program JKN-KIS, ” ucapnya.

Ghufron menambahkan bahwa BPJS Kesehatan juga mencita-citakan adanya peningkatan jumlah kepesertaan Program JKN-KIS secara istimewa. Dirinya menyampaikan, sesuai Agenda Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2024, target jumlah kepesertaan Program JKN-KIS adalah mencapai 98%. Untuk itu diperlukan kerja bersusah-susah segenap pihak demi merealisasikan Universal Health Coverage (UHC) di Indonesia.

“Hingga saat ini, kepesertaan JKN-KIS di wilayah Gunungkidul dan Kota Yogyakarta telah mencapai 95%. Artinya, bagaimana kita bersama sama kudu memperkuat sinergi dengan membawabawa seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai UHC di wilayah DI Yogyakarta sehingga segenap masyarakat dapat terjamin serta mendapatkan kemudahan mengakses penyajian kesehatan dengan Program JKN-KIS, ” ungkap Ghufron.

Di sisi asing, Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito, Rukmono Siswishanto mengutarakan bahwa pihaknya juga tetap berupaya menghadirkan inovasi pada memberikan pelayanan kesehatan untuk peserta JKN-KIS di rumah sakit. Namun, masih tersedia permasalahan yang dihadapinya, salah satunya yaitu minimnya masukan yang dimiliki. Rukmono meminta, pihaknya bisa bekerja sebanding dengan BPJS Kesehatan untuk saling bertukar data dengan bisa digunakan dalam mengembangkan manfaat dan pengambilan keputusan di tingkat wilayah.

“Saat ini, RSUP Dr. Sardjito tergabung ke dalam Academic Health System (AHS). Kami juga sudah melakukan pembinaan kepada panti sakit daerah supaya bisa berkembang lebih cepat serta mengoptimalkan inovasi layanan spesialistik, khususnya layanan bedah saraf. Selain itu, juga kami ingin memberikan kompensasi pada rumah sakit yang belum memiliki fasilitas penunjang buat mengembangkan layanan elektif, ” ungkap Rukmono.

Rukmono juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menghadirkan servis kesehatan jarak jauh mencuaikan home care dan penyajian telemedicine. Rukmono berharap, pelayanan jarak jauh yang diusung oleh RSUP Dr. Sardjito tersebut mendapatkan dukungan dibanding BPJS Kesehatan.

“Intinya adalah, kami mau mengembangkan pengembangan melalui skema pelayanan berbasis penelitian. Ke depannya, apabila memungkinkan, buatan riset yang dilakukan kurun BPJS Kesehatan dengan RSUP Dr. Sardjito bisa menjadi dasar dalam pengembangan metode pemberian layanan, ” sirih Rukmono.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Penjagaan, Pemeriksaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan, Mundiharno menyebut bahwa hasil riset data yang dimiliki BPJS Kesehatan sangatlah besar. Tarikh 2018 lalu, BPJS Kesehatan tubuh telah meluncurkan data sampel yang bisa dimanfaatkan para peneliti sebagai penunjang di melakukan riset.

Apabila ingin dikembangkan buat menunjang kebutuhan data vila sakit, kata Mundiharno, maka harus ada bridging system antara BPJS Kesehatan secara rumah sakit.

“Kalau sudah ada bridging system antara BPJS Kesehatan tubuh dengan RSUP Dr. Sardjito, nantinya hasil data penelitian yang dikembangkan bisa digunakan oleh seluruh rumah sakit. Ini bisa menjadi salah satu percontohan nasional serta dijadikan sebagai studi melaksanakan bukan hanya riset tetapi pengembangan lainnya, ” tutur Mundiharno.

[Gambas:Video CNBC]
(yun/yun)