Jakarta, CNBC Indonesia – Rencana Amerika Serikat (AS) untuk memaksa Bytedance menjual operasi TikTok di AS bisa buyar. Penyebabnya aturan ekspor China yang baru saja diperbaharui.

Dalam laporan The Wall Street Journal dan The New York Times, dalam aturan kontrol ekspor terbarunya, China mengatur soal ekspor di sektor teknologi yang mampu menjerat TikTok.

Cui Fan, seorang profesor perdagangan internasional di Beijing, mengutarakan kepada Xinhua bahwa ByteDance jadi harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah China dan menyarankan perusahaan buat menangguhkan sementara negosiasi penjualan TikTok, seperti dikutip dari CNBC International, Minggu (30/8/2020).


CNBC melaporkan Kamis (27/8/2020) TikTok hendak mengumumkan penjualan operasi AS, Kanada, Australia dan Selandia Baru dalam beberapa hari mendatang dalam suara senilai US$ 20 miliar mematok US$ 30 miliar.

ByteDance sedang mempertimbangkan tawaran lantaran berbagai perusahaan, termasuk Oracle dan tawaran bersama dari Walmart & Microsoft.

Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif introduksi bulan ini yang akan melarang transaksi AS dengan perusahaan induk TikTok, ByteDance.

Perusahaan mengajukan gugatan terhadap pemerintah federal atas upaya administrasi Trump untuk memblokir TikTok pada hari Senin.

TikTok belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar terkait laporan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]
(roy/roy)