Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden  Joko Widodo (Jokowi) bakal melanjutkan program-program pemulihan ekonomi nasional yang sudah berjalan tarikh ini di tahun depan. Setimbal bantuan bakal dikucurkan lagi untuk menjaga daya beli masyarakat pada tengah situasi pandemi Covid-19.

Hal tersebut dibahas pada Sidang Kabinet Paripurna bertema Pengerjaan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi buat Penguatan Reformasi Tahun 2021 dalam Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9/2020). Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membaca hasil Sidang Kabinet Paripurna itu.

“Program-program lanjutan dengan dijadikan prioritas untuk bansos yaitu, bansos tunai yang terkait dengan Banpres Presiden untuk UMKM, itu akan dilanjutkan, ” kata Airlangga dalam konferensi pers usai Konvensi Kabinet Paripurna tersebut.

“Yang kedua bantuan untuk subsidi gaji akan dilanjutkan di kuartal pertama tahun depan. Kemudian yang ketiga terkait dengan kartu Pra Kerja dan selanjutnya adalah terpaut dengan bansos tunai PKH dan sembako, ” lanjut ketua umum Partai Golkar ini.

Sejauh ini, realisasi program-program tersebut di tahun 2020 juga terus digenjot. Dia membicarakan, saat ini program-program yang berlaku dari PEN adalah program PKH, program sembako, baik itu Jabodetabek maupun tunai di non-Jabodetabek, kartu prakerja, diskon listrik, logistik, sembako, BLT desa, investasi koperasi & bantuan pelaku usaha mikro.

“Khusus untuk di tarikh depan ini akan dilanjutkan program prioritas ataupun program yang kita sebut sebagai unggulan, ” katanya.

Dia berharap, program-program ini mampu menjaga daya kulak masyarakat di dalam situasi pandemi Covid-19. Karenanya, pemerintah masih ngerasa perlu untuk melanjutkan program tersebut.



[Gambas:Video CNBC]
(miq/miq)