Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah memutuskan untuk tak menaikkan Bayaran Tenaga Listrik (Tariff Adjustment) era Januari- Maret 2021 untuk 13 pelanggan non subsidi. Pemerintah serupa tak mengubah tarif listrik 25 golongan pelanggan.

Sebesar 25 golongan pelanggan ini tentu diberikan subsidi listrik, termasuk di dalamnya pelanggan yang peruntukan listriknya bagi usaha mikro, kecil serta menengah (UMKM), bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial.

Bahkan, pemerintah memberikan perlindungan sosial atas pengaruh Covid-19 melalui pemberian diskon bayaran tenaga listrik untuk rumah nikah 450 VA dan 900 VA bersubsidi, serta pelanggan bisnis mungil 450 VA dan industri mungil 450 VA.


“Meskipun terdapat perubahan parameter ekonomi besar tiga bulan terakhir, pemerintah menetapkan tidak ada perubahan tarif elektrik, baik bagi pelanggan listrik sumbangan maupun pelanggan non subsidi, ” ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Persis Kementerian ESDM Agung Pribadi, sesuai dikutip Sabtu (5/12/2020).

Sesuai Peraturan Menteri ESDM No. 28 Tahun 2016 tentang Bayaran Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero) sebagaimana sudah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri ESDM No. 3 Tahun 2020, apabila terjadi perubahan terhadap realisasi indikator makro ekonomi (kurs, Indonesian Crude Price/ICP, inflasi, dan Kehormatan Patokan Batubara/HPB), yang dihitung dengan tiga bulanan maka akan dilakukan penyesuaian terhadap tarif tenaga listrik (tariff adjustment).

Untuk periode triwulan I mendatang, memakai realisasi parameter selama Agustus had Oktober 2020. Pada Agustus tenggat Oktober 2020, terdapat perubahan parameter ekonomi makro rata-rata per 3 bulan, dengan realisasi kurs sejumlah Rp 14. 773, 87 mulai US$, ICP sebesar 39, 04 US$ per barel, tingkat inflasi sebesar -0, 01%, dan Makna Patokan Batubara (HPB) sebesar Rp 651, 72 per kg.

“Tidak naiknya besaran tarif tenaga listrik ini tentunya menyerahkan kepastian kepada berbagai kelompok bangsa dan menjaga daya beli klub serta mendukung stabilitas dan perbaikan ekonomi nasional, ” imbuh Utama.

Berikut daftar bayaran listrik untuk 13 pelanggan non subsidi per Januari-Maret 2021 tersebut:

1. R-1/ Tegangan Rendah (TR) berdaya 900 VA, Rp 1. 352 per kWh.
2. R-1/ TR berdaya 1. 300 VA, Rp 1. 444, 70 per kWh.
3. R-1/ TR berdaya 2. 200 VA, Rp 1. 444, 70 per kWh.
4. R-2/ TR berdaya 3. 500-5. 500 VA, Rp 1. 444, 70 per kWh.
5. R-3/ TR berdaya 6. 600 VA ke atas, Rp 1. 444, 70 per kWh.
6. B-2/ TR berdaya 6. 600 VA-200 kVA, Rp 1. 444, 70 per kWh.
7. B-3/ Tegangan Menengah (TM) berdaya di atas 200 kVA, Rp 1. 114, 74 bohlam kWh.
8. I-3/ TM berdaya di atas 200 kVA, Rp 1. 114, 74 bohlam kWh.
9. I-4/ Tegangan Tinggi (TT) berdaya 30. 000 kVA ke atas, Rp 996, 74 per kWh.
10. P-1/ TR berdaya 6. 600 VA-200 kVA, Rp 1. 444, 70 per kWh.
11. P-2/ TM berdaya di atas 200 kVA, Rp 1. 114, 74 per kWh.
12. P-3/ TR untuk penerangan berkepanjangan umum, Rp 1. 444, 70 per kWh.
13. L/ TR, TM, TT, Rp 1. 644, 52 per kWh.

[Gambas:Video CNBC]
(roy/roy)