Jakarta, CNBC Indonesia – Gojek menjadi majikan rumah diskusi virtual secara tema “Closing the 100-Year Gap” bersama para atasan dengan latar belakang yang beragam dengan tema cara kolektif dalam mempercepat kesetaraan gender.

Permufakatan yang digelar Senin (29/3/2021) ini dipandu oleh Group Head of Sustainability Gojek, Tanah Sullivan. Berikutnya menghadirkan pembicara seperti Head of Product Engineering Platforms Gojek, Feng Chen; VP of Public Relations Asia Pasifik Netflix, Amy Kunrojpanya; Superior Manager, Public Policy and Economic Graph LinkedIn, Kristin Keveloh dan Representative and Liaison to ASEAN di UN Women Indonesia, Jamshed Kazi.

Perbincangan ini menjadi langkah Gojek dalam memperingati Bulan Kenangan Perempuan. Tak hanya itu, ada pula serangkaian dialog mengenai tantangan dan jalan dalam mencapai kesetaraan seks di Gojek dan semesta ekosistemnya.


Group Head of Sustainability Gojek, Tanah Sullivan mengatakan sebagai bagian dari jalan Diversity, Equity and Inclusion (DEI) yang dicanangkan perusahaan, Gojek akan selalu mengutamakan kesetaraan gender dengan memfasilitasi dan mendorong diskusi dengan bermanfaat, baik di di maupun luar Gojek.

“Secara internal, ana juga tengah memetakan kesenjangan di berbagai divisi serta negara di mana ana beroperasi serta menghadirkan bermacam-macam inisiatif dan membuat bahan terkait pengintegrasian aspek kepelbagaian ke dalam proses rekrutmen karyawan, pengembangan SDM, dan program-program kepemimpinan, ” ujarnya pada hari Kamis (1/4/2021).

Sebagai informasi, berdasarkan Laporan Indeks Kesenjangan Gender Global yang dirilis World Economic Forum dalam 2020, membutuhkan hampir 100 tahun untuk menghapus kesenjangan gender di tingkat global. Bahkan, di kawasan Asia Pasifik isu ini memerlukan waktu yang lebih lama, yaitu 163 tahun. Artinya, tidak ada seorangpun dengan dapat menyaksikan kesetaraan gender sepanjang hidup mereka.

Sebelumnya, Gojek juga telah melakukan serangkaian perbincangan untuk karyawan Gojek di dalam upaya meningkatkan pemahaman dan mendorong dialog seputar berbagai tantangan yang dihadapi perempuan. Salah satu sesi tersebut turut mengundang Co-Director Hollaback! Jakarta, Anindya Restuviani yang telah berbagi kepada semua orang, termasuk laki-laki, mengenai cara mengambil tindakan jelas dalam menghilangkan pelecehan erotis.

Selain dialog, Gojek juga membentuk [email protected] Kelompok Sumber Daya Karyawan atau Employee Resource Group (ERG) sebagai komitmen perusahaan dalam menciptakan tempat kerja yang inklusif, di mana setiap orang dapat terlibat, selalu dibantu dan selalu dihargai. [email protected] yang dipimpin oleh karyawan Gojek bertujuan untuk menjadikan perusahaan jadi tempat yang aman serta mendukung bagi perempuan buat membuat perubahan positif dalam dalam Gojek.

Untuk memngembangkan keahlian dan potensi kepemimpinan karyawan perempuan Gojek, [email protected] memiliki urusan yang fokus pada 4 pilar, diantaranya pilar jaringan yaitu inisiatif untuk membuat komunitas yang kuat di antara para perempuan.

Kedua adalah pilar Kemajuan & Perkembangan yang menyediakan pelatihan, mentorship, dan sistem pendukung untuk perempuan memajukan karirnya. Ketiga pilar Kebijaksanaan yang berfokus pada rekomendasi kebijakan jangka panjang dalam Gojek kepada para tadbir sesuai kebutuhan karyawan.

Terakhir Pilar Visibilitas yang fokus pada persekutuan dengan kelompok karyawan rani di perusahaan teknologi asing.

Selain upaya internal untuk mengedepankan kesamaan gender, Gojek juga menjadi pionir untuk berkontribusi di budaya keamanan di kawasan publik melalui inisiatif #AmanBersamaGojek. Inisiatif ini telah mendapatkan penghargaan sebagai pemenang utama dan kedua di kawasan Asia Pasifik untuk UN Women Asia-Pacific Women’s Empowerment Principles Awards pada 2020.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)