Jakarta, CNBC  Indonesia – Pemerintah Provinsi Banten kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayahnya hingga satu kamar ke depan.

Gubernur Banten  Wahidin  Halim mengatakan PSBB  diperpanjang karena kasus virus corona (Covid-19) di Banten masih tetap meningkat.

“PSBB diperpanjang, sebulan. Pertimbangannya kondisi trend-nya masih naik. Kita bikin satu bulan, kan masih ada pelonggaran-pelonggaran, sedang bisa menyesuaikan, fleksible, ” prawacana Wahidin  seperti dikutip dari CNNIndonesia. com, Senin (21/9).


Keputusan tersebut tertuang dalam Kepgub Banten Nomor 443/Kep. 214-HUK/2020 tentang Penetapan PSBB di Provinsi Banten dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Berdasarkan data sejak Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, jumlah kumulatif positif Covid-19 mencapai 4. 326 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 1. 405 orang dirawat, 2. 756 orang sembuh, & 165 orang meninggal dunia.

Sementara, penderita positif Covid-19 harian masih berserang. Pada Minggu (20/9) bertambah 124 orang, Sabtu (19/9) bertambah 179 orang, dan Jumat (18/9) meningkat 128 orang.

“Dengan PSBB menjadi dasar hukum perlindungan kita. Kalau harus lebih keras ya keras, kalau masih bisa ditoleransi ya ditoleransi, yang istimewa masyarakat di ajarkan bahwa tempat harus disiplin, ” ujar Wahidin.

Lebih lanjut, Wahidin mengatakan pihaknya tengah menyiapkan 3 gedung milik Pemprov Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, sebagai kedudukan isolasi mandiri bagi pasien tentu berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).

Kemudian, lanjut Wahidin, okupansi RSUD Banten sudah menyentuh 60 persen, yang diisi sebab pasien positif Covid-19. Mantan Walikota Tangerang pun berharap rumah kecil di wilayahnya tak terisi sempurna oleh pasien Covid-19.

“Jangan ngarepin penuh lah. Kapasitasnya 60 persen. Gedung-gedung baru sedang kita siapkan listriknya, mudah-mudahan tidak (terpakai). Ada empat lantai, 3 gedung, ” katanya.

Sebelumnya, Wahidin menetapkan menerapkan PSBB di seluruh wilayah Banten pada Senin 7 September lalu. PSBB pertama di Negeri Jawara itu diterapkan karena urusan Covid-19 yang masih terus beranjak dari hari ke hari.

Awalnya, PSBB hanya sahih di wilayah Tangerang Raya, yaitu Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang. Namun saat ini, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, dan Kota Cilegon juga menerapkan PSBB.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)