Jakarta, CNBC Indonesia – Vaksin  Covid-19 buatan Pfizer dapat didistribusikan ke Amerika Konsorsium (AS) sebelum akhir tahun 2020 jika terbukti aman dan efektif. Ini adalah pernyataan CEO perusahaan Albert Bourla.

Albert Bourla mengungkapkan untuk mencapai tumpuan tersebut, perusahaan harus menyerahkan data kunci uji klinis fase simpulan kepada Food and Drug Administration (FDA) pada akhir Oktober 2020.

“Jika FDA merestui vaksin tersebut saya siap mendistribusikan ratusan ribu ukuran, ” ujar Albert Bourla sesuai dikutip dari CNBC International, Senin (14/9/2020).


Sebelumnya, FDA meluncurkan program untuk mempercepat pengembangan vaksin. Caranya dengan mendanai vaksin-vaksin potensial. FDA juga menyatakan siap memberikan izin khusus agar vaksin segera tersedia.

Pfizer menggandeng BioNtech dari Jerman untuk mengembangkan vaksin Covid-19. Vaksin itu mengandung materi yang disebut messenger RNA (mRNA). Vaksin ini juga didanai oleh pendiri Microsoft Bill Gates.

Vaksin Pfizer juga dianggap sebagai salah satu vaksin Covid-19 paling maju bergandengan dengan AstraZeneca dan Moderna. Pekan lalu manajemen mengajukan izin ke FDA untuk memperluas uji vaksin hingga 40. 000 relawan, berserang 10. 000 relawan dari bahan awal.

Pada Juli 2020, pemerintah AS telah memesan 100 juta dosis vaksin Pfizer jika terbukti aman dan efektif. Pemerintah AS membayar US$1, 95 miliar kepada perusahaan. Sebesar US$1, 5 miliar dana itu telah diinvestasikan untuk pengembangan vaksin.

Albert Bourla menambahkan jika vaksin ini gagal bekerja mau berdampak menyakitkan secara financial untuk perusahaan. “Pada akhirnya itu cuma uang. Tak akan merusak kongsi meski akan menyakitkan, ” jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/miq)