Jakarta, CNBC Indonesia – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menetapkan investasi hulu migas pada 2021 sejumlah US$ 12, 3 miliar atau sekitar Rp 173, 4 triliun (asumsi kurs Rp 14. 100 per US$), lebih tinggi lantaran investasi pada 2020 yang diperkirakan sampai akhir tahun ini mencapai sekitar US$ 11, 1 miliar.

Kejadian itu berdasarkan Program Kerja dan Anggaran ( Work Agenda & Budget / WP& B) 2021 yang telah ditetapkan SKK Migas bersama Kontraktor Perikatan Kerja Sama (KKKS).


Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan pihaknya menetapkan rencana kegiatan yang agresif pada 2021 buat mengawal pencapaian target yang ditetapkan pemerintah, sekaligus mengawal pencapaian tumpuan produksi 1 juta barel patra per hari (bph) dan gas 12 miliar standar kaki mengupas per hari (BSCFD) pada 2030.

Berdasarkan hasil WP& B 2021, menurutnya SKK Migas berusaha mengawal agar realisasi lifting minyak pada 2021 dapat pada atas 705 ribu bph dan 5. 638 juta standar suku kubik per hari (MMSCFD) buat gas.

Dia pun mengatakan bahwa jadwal kerja yang agresif ini dijalankan sebagai upaya untuk meminimalisir terjadinya penurunan produksi pada 2021 dan sebagai landasan untuk meningkatkan buatan menuju target 2030.

“Penetapan target yang lebih luhur diusahakan oleh SKK Migas, buat memacu usaha-usaha peningkatan produksi dengan lebih maksimal, ” katanya laksana dikutip dari keterangan resmi SKK Migas.

Dalam WP& B 2021, selain besaran investasi, cost recovery juga ditetapkan sebesar US$ 8, 34 miliar. Dengan sangkaan harga harga minyak mentah Indonesia ( Indonesian Crude Price/ ICP) pada 2021 sebesar US$ 45 per barel, penerimaan negara diperkirakan dapat menyentuh US$ 8, 09 miliar, lebih tinggi dari target APBN 2021 sebesar US$ 7, 28 miliar.

“Kami mengapresiasi komitmen KKKS untuk kesediaannya melakukan best effort sehubungan dengan naiknya nilai lifting di WP& B sejak usulan lifting KKKS yang sebelumnya hanya sebesar 667 ribu bph dan 5. 143 MMSCFD udara. Kami berharap realisasi lifting belakang dapat dicapai lebih tinggi dibanding target APBN, sehingga dapat mengejar ketertinggalan target akibat pandemi Covid-19 kemarin, ” tuturnya.

Untuk mengejar target lifting itu, SKK Migas bersama KKKS serupa sepakat mencari terobosan agar dapat meningkatkan realisasi kegiatan di lapangan.

Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee A. Suardin mengutarakan, dalam pembahasan WP& B 2021 usulan kegiatan pemboran sumur perluasan berjumlah 485 sumur.

“Namun SKK Migas berupaya untuk melaksanakan kegiatan yang masif, garang dan efisien sehingga kegiatan pemboran pengembangan akan diusahakan ditingkatkan menjelma 616 sumur, ” ungkapnya.

“Sedangkan pengeboran sumur workover yang sebelumnya diusulkan sebanyak 517 sumur diusahakan naik menjadi 615 sumur, dan well service yang sebelumnya diusulkan sebanyak 26. 211 sumur menjelma 26. 431 sumur, ” lanjutnya.

Penetapan target yang lebih tinggi menurutnya akan bisa dicapai apabila masalah perizinan untuk pembebasan lahan dapat dipercepat, sarana produksi tersedia tepat waktu, adanya tambahan insentif, serta permasalahan keekonomian lapangan yang dapat dicarikan timah keluar.

Selain itu, imbuhnya, juga tidak terdapat kendala offtaker  (pembeli). Oleh karena itu, menurutnya SKK Migas sangat berharap mendapat dukungan dari para pemangku kepentingan biar masalah dan tantangan dapat diatasi.

SKK Migas meramalkan kegiatan pengeboran di Wilayah Kegiatan Rokan menjadi poin penting untuk mengejar capaian lifting 2021.

“Kami mengupayakan early and best effort di akhir 2020 buat menjamin 90% terlaksananya kegiatan pengeboran di 2021. Mulai Desember tersebut kami tengah menyiapkan enam rig untuk melakukan tajak pengeboran, ” jelas Jaffee.

Selain mengawal target tahunan, pada 2021 SKK Migas dan KKKS juga melakukan serangkaian kegiatan untuk menguasai target jangka menengah dan lama.

Kegiatan yang dilakukan antara lain melakukan pengeboran 43 sumur eksplorasi, survei seismik 2D sepanjang 3. 569 km, inspeksi seismik 3D seluas 1. 549 km2, seismik vibroseis 2D sepanjang 1. 000 km, full tensor gravity (FTG) open kawasan di wilayah Papua sepanjang 67. 500 km, dan pseudo 3D seismic open area sepanjang 270. 000 km yang menjadikannya salah satu yang terpanjang pada Asia Pasifik.

“Untuk kegiatan eksplorasi juga mengalami peningkatan, sehingga kami harapkan potensi-potensi giant discovery dapat segera ditemukan, ” ujarnya.

Dia melanjutkan, “Hasil dari WP& B 2021 adalah rencana optimis SKK Migas & KKKS, untuk itu kami mau memastikan seluruh program kerja yang telah dirancang dapat dilaksanakan sesuai dengan target. ”

[Gambas:Video CNBC]
(wia)