Jakarta, CNBC Indonesia –  PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menerima suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 5 triliun dari pemerintah tahun ini.

Penasihat Utama PLN Zulkifli Zaini mengutarakan PMN diterima berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2019 tentang Taksiran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2020.

Sebagai tindak lanjut, dia membicarakan saat ini sudah terbit Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2020 tentang Penambahan PMN RI ke Dalam Modal Perusahaan Perseroan PT PLN (Persero) tertanggal 7 Juli 2020.

Sesuai dengan usulan PMN Tahun 2020, persediaan PMN akan digunakan untuk membelanjai proyek-proyek investasi program pembangkit, transmisi, dan distribusi baik listrik desa dan non listrik desa.

“Program PMN TA. 2020 sebesar Rp 5 triliun ialah sebagian dari kebutuhan pendanaan investasi pembangkit EBT 99 MW, Jaringan Transmisi 2. 325 kms, Gardu Induk 9. 320 MVA, listrik desa, ” ujar Zulkifli di dalam rapat dengar pendapat dengan Upah VI DPR RI, Selasa, (14/07/2020).

Bertambah lanjut, dia mengatakan, total kebutuhan investasi perseroan total untuk 3 program itu sebesar Rp 15, 2 triliun. PMN sebesar Rp 5 triliun akan dialokasikan untuk ketiga program dengan perinciannya merupakan sebagai berikut:

a. Investasi pembangkit EBT 99 MW
Estimasi kebutuhan dana: Rp 3, 5 triliun
Penggunaan PMN: Rp 1 triliun

b. Tranmisi dan Gardu Induk 2. 325 kms serta 9. 320 MVA
Estimasi kebutuhan dana: Rp 10, enam triliun
Penggunaan PMN: Rp 3, 8 triliun

c. Distribusi listrik desa JTM 275 kms, JTR 129 kms, Gardu 4. 425 kVA
Estimasi kebutuhan dana: Rp 1, 1 triliun
Penggunaan PMN: Rp 200 miliar


Saksikan video terkait di bawah ini:

(miq/miq)