Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Konfederasi Serikat Praktisi Indonesia (KSPI) Said Iqbal menghargai langkah Gubernur Jawa Tengah  Ganjar Pranowo menaikkan upah minimum provinsi (UMP) 2021 sudah tepat. Penilaian itu disampaikan Said kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Jumat (30/10/2020).

“Jadi Gubernur Jateng sudah benar nggak mengikuti tulisan edaran yang sifatnya imbauan, ” ujarnya.

Menurut Said, di dalam peraturan perundang-undangan, tak dikenal surat edaran. Ia sejumlah kalau patokan upah minimum merupakan UU Cipta Kerja.

“UU Cipta Kerja kan belum berlaku ya, belum berlaku nomornya, tanggal 7 November baru resmi, ” kata Said Iqbal.

Oleh karena itu, kemajuan upah saat ini mendasarkan di dua dasar hukum utama, yakni UU Nomor 13 Tahun 2003 dan PP Nomor 78 Tahun 2015.

Ganjar menimbulkan UMP 2021 Jateng sebesar 3, 27% menjadi Rp1. 798. 979, 12. Apakah kenaikan itu sudah cukup?

Said Iqbal lantas memakai analogi pada era 1998-1999. Saat itu, terjadi resesi ekonomi dengan perekonomian minus 17, 56% dan inflasi 78%. Itu artinya harga barang-barang naik dua kali lipat. Akan tetapi, negeri menaikkan upah hingga 16%.


“Sekarang 3 kuartal sekitar minus 8%. Bertambah dalam resesinya, tergantung kebijakan politik dan ekonomi. Dengan demikian kebijaksanaan gubernur Jateng adalah kebijakan kebijakan ekonomi dan itu sah-sah selalu. Daripada menimbulkan gejolak, perlawanan, lagak besar-besaran, justru akan merugikan seluruh pihak, ” ujar Said Iqbal.

Lebih lanjut, tempat mengatakan semua ini tak lepas dari sikap Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah yang tidak mendengarkan serikat buruh. Said Iqbal mengaku memiliki laporan dari serikat buruh di Dewan Pengupahan Nasional kalau tidak ada kesepakatan.

“Dan saya sudah baca hasil notulen forum dewan pengupahan seluruh Indonesia nggak ada kesepakatan. Yang ada pendapat para pihak memang prinsip Apindo nggak ada kenaikan. Bermanfaat menaker hanya dengar Apindo berlarut-larut, ” kata Said Iqbal.

“Maka gubernur Ganjar secara pertimbangkan kondisi politik di Jateng dan ekonomi kan makin terpuruk dengan kenaikan upah, daya kulak makin ancur. Sudah investasi ancur, belanja pemerintah APBN, APBD, berdarah-berdarah. Ekspor juga nggak menggembirakan. Era konsumsi mau dihancurin lagi. Oleh sebab itu di situ gubernur ambil kecendekiaan, ” lanjutnya.

[Gambas:Video CNBC]
(miq/dob)