Sumber daya alam minyak dan udara bumi (migas) masih memainkan peranan penting bagi perekonomian Indonesia. Agar kontribusi terhadap perekonomian nasional tentu terjaga dan produksi bisa langsung meningkat, sektor hulu migas menetapkan target jangka panjang yang cukup ambisius, yakni pencapaian produksi satu juta barel minyak per keadaan dan 12 miliar standar menduduki kubik gas per hari pada 2030.

Target ini meningkat tajam andaikata dibandingkan dengan pencapaian produksi migas di akhir 2019, yakni sejumlah 746 ribu barel minyak bola lampu hari dan 5, 9 miliar standar kaki kubik gas bola lampu hari.

Demi memastikan realisasi target pada 2030, Satuan Kerja Khusus Pemangku Kegiatan Usaha Hulu Minyak & Gas Bumi (SKK Migas) menyelenggarakan 2020 International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG 2020).

Konvensi ini dilaksanakan untuk merangkul seluruh pemangku kepentingan agar mempunyai pemahaman yang sama terkait visi jangka panjang SKK Migas. Komitmen para pemangku kepentingan memegang kontribusi penting dalam mendukung dan mewujudkan industri hulu migas sebagai dasar utama pembangunan dan ekonomi nasional.

(adv/adv)