Jakarta, CNBC Indonesia – Warga Wuhan  sudah kembali hidup normal setelah berbulan-bulan memasukkan aturan lockdown secara ketat. Semasa akhir pekan ini, ribuan tamu memadati sebuah taman air atau water park di Kota Wuhan, Provinsi Hubei  China.

Para pengunjung tersebut memadati Taman Air Pantai Maya Wuhan secara berdesakan, dan tanpa mengenakan masker. Mereka mengenakan pakaian renang, terkatung-katung di atas air dengan jalan renang berwarna kuning dan oranye.

Sebagaimana dilaporkan oleh AFP, para pengunjung terlihat menikmati waktu mereka di sana, dengan beberapa diantara kita sibuk mengambil foto dari ponsel pintar yang dibalut kantong plastik dengan tali yang melingkar di leher mereka.


Selain  itu, selayaknya pesta musik elektronik, muncul disc jockey atau DJ dengan headphone kuning cerah dan mulai memainkan musik dalam atas panggung. Membuat pengunjung di atas air berpesta mengikuti aksen musik yang dimainkan.

Taman Air Pantai Maya Wuhan sendiri sudah dibuka kembali pada Juni lalu, setelah pemerintah berangkat membuka Kota Wuhan secara bertahap setelah menjalankan aturan penguncian (lockdown) selama 76 hari, serta pemisahan ketat guna mengendalikan penyebaran virus corona (Covid-19).

Lockdown  di Wuhan dicabut pada April, dan tidak ada laporan kasus baru yang ditularkan di pada negeri maupun di provinsi Hubei sejak pertengahan Mei lalu.

Pasca dibuka, taman tirta air tersebut menawarkan diskon separuh harga untuk pengunjung perempuan. Tak heran jika kini taman air, yang menurut media lokal sudah membatasi kehadiran 50% pengunjung sebab kapasitas normal, mulai penuh sesak.

Pesta di rajin air tersebut merupakan salah mulia langkah untuk meningkatkan ekonomi lokal yang sebelumnya lumpuh akibat Covid-19. Pemerintah Provinsi Hubei sendiri telah menawarkan akses masuk gratis ke 400 lokasi wisata di semesta provinsi.

Kasus Covid-19 pertama muncul di Wuhan  dalam kota berpenduduk 11 juta karakter, pada Desember 2019 lalu. Setelahnya virus menyebar ke seluruh dunia, menewaskan ratusan ribu orang & melumpuhkan ekonomi hingga menyebabkan resesi di berbagai negara.

China Daratan sendiri kini berkecukupan di urutan ke-33, dengan 84. 849 kasus positif, 4. 634 kasus kematian, dan 79. 603 pasien berhasil sembuh per Senin (17/8/2020), menurut data Worldometers.

Jati Tirai Bambu ini sebagian besar telah mengendalikan penularan wabah dengan lokal, tetapi wabah sporadis & banjir parah di musim panas ikut memperburuk kejatuhan ekonomi China.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)