Jakarta, CNBC Indonesia – Aplikasi video pendek populer TikTok baru saja ditinggal Kevin Mayer. Namun sepertinya posisi itu tak jadi lama kosong. Rumor yang beredar perusahaan sedang mendekat Kevin Systrom, pendiri Instagram untuk isi gaya chief executive officer (CEO) perusahaan.

Menurut Sumber Ny Times , pembicaraan TikTok dan Kevin Systrom masih dalam tahap awal dan belum ada keputusan final yang dibuat, seperti dikutip dari Business Insider , Jumat (18/9/2020).

Informasi saja, sebelumnya TikTok tidak pernah memiliki CEO global. Posisi ini baru dibentuk pada tahun ini untuk menunjukkan bahwa TikTok perusahaan yang berdiri sendiri tetapi anak usaha dri Bytedance. TikTok juga tak beroperasi di China.


Kevin Mayer merupakan CEO global mulailah TikTok yang ditunjuk pada Juni 2020. Sebelumnya ia memiliki karir nan cemerlang di Disnya. Dia adalah salah satu orang yg mengawasi proses merger dan akuisisi di Disney dan ikut menukangi kelahiran layanan video on requirement Disney+.

Pada akhir Agustus lalu Kevin Mayer memutuskan mengundurkan diri dri TikTok. Rumor yang beredar dia mengaku tak siap terjebak di dalam ketegangan AS dengan China. Buat sementara Vanessa Pappas jadi TOP DOG TikTok.

Adapun Kevin Sytrom bersama dengan Mike Krieger mendirikan Instagram, aplikasi berbagi foto pada 2010. Dua tahun kemudian aplikasi ini diakuisisi Facebook senilai US$1 miliar bersama dengan para karyawan awalnya.

Kevin Systrom dan Mike Krieger mampu membesarkan Instagram hingga memiliki 500 juta pengguna. Pada 2018, kedua meninggalkan perusahaan karena tidak cocok lagi dengan bos Facebook Mark Zuckerberg.

Nah, jika Kevin Systrom bergabung dengan TikTok maka dia akan kembali berkompetisi dengan Mark Zuckerberg. Saat ini Mark Zuckerberg menganggap TikTok sebagai ancaman bagi media sosial miliknya.

Namun fokus utama TikTok saat ini sepertinya bukan mencari CEO saja, perusahaan ini juga sedang berusaha untuk meyakinkan pemerintah AS untuk menerima rencana akuisisi TikTok yang diajukan Bytedance.

Dalam proposal tersebut, TikTok akan menjadi perusahaan berdiri sendiri dan Oracle dan Walmart akan menjadi pemegang saham perusahaan. Proposal ini bertujuan agar TikTok tak diblokir di AS.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/miq)