Jakarta,   CNBC Nusantara – Peribahasa mulutmu, harimaumu cocok menggambarkan bentuk Ren Zhiqiang, mantan taipan real estate yang dijatuhi hukuman 18 tahun penjara atas tuduhan korupsi setelah, dengan vokal, mengkritik Pemimpin China Xi Jinping.

Menurut laporan media negeri Global Times, yang dikutip BBC International, pengadilan di Beijing membatalkan Zhiqiang “bersalah atas korupsi, penyuapan dan penggelapan dana publik”.

Selain hukuman penjara, Zhiqiang juga harus membayar denda sebesar 4, 2 juta yuan atau setara Rp 9, 1 miliar (asumsi Rp 2. 176/yuan).


Pengadilan Rakyat Menengah No. 2 Beijing mengatakan Zhiqiang sudah menerima suap senilai 1, 25 juta yuan dan menggelapkan dekat 50 juta yuan. Zhiqiang selalu secara sukarela mengakui semua tuduhan dan tidak akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Zhiqiang, yang adalah mantan ketua perusahaan properti Hua Yuan bukan hanya seorang taipan bisnis. Ia adalah putra seorang pejabat kementerian, dan dikenal memiliki hubungan dekat dengan para majikan senior partai, yang membuat kritikannya lebih mudah didengar.

Sebelum dijatuhi hukuman, Zhiqiang tahu menghilang pada Maret 2020 berserakan, tak lama setelah ia mencatat esai yang mengkritik pemerintahan Xi. Meskipun tidak secara langsung menyebut nama Xi, esai Zhiqiang diyakini membicarakan presiden tersebut.

Di luar dari tuduhan kepada Zhiqiang, kelompok hak asasi pribadi secara konsisten menuduh Pemerintahan Xi menggunakan tuduhan korupsi sebagai jalan untuk menekan perbedaan pendapat.

Esai buatan Zhiqiang tunggal membicarakan soal penanganan Beijing kepada wabah virus corona (Covid-19), serta muncul setelah pidato Xi yang disiarkan televisi.

“Saya juga dengan penuh rasa ingin tahu dan teliti mempelajari khotbah [itu]#@@#@!!… apa dengan saya lihat… [adalah] bukan Kaisar berdiri di sana memamerkan ‘pakaian barunya’, tetapi seorang badut yang menelanjangi dan bersikeras untuk terus menjadi kaisar, ” ujar tulisan esai Zhiqiang, yang dilaporkan Digital Times.

Tak lama setelah esai itu diterbitkan, diumumkan bahwa Zhiqiang diinvestigasi atas “dugaan pelanggaran disipliner dengan serius”. Beijing kemudian mengumumkan bahwa dia telah diusir dari Golongan Komunis.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)