Jakarta, CNBC  Indonesia – Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Profesor Arif Satria dinyatakan  positif Covid-19 setelah melakukan tes swab di dalam Jumat (18/9. Saat ini dia menegaskan masih dalam kondisi fisik yang baik dan melakukan isolasi mandiri.

Hal itu disampaikan Arif melalui Humas IPB Yatri Indah.   Arif mengatakan akan pasti beraktivitas melaksanakan tanggung jawabnya sebagai rektor IPB dengan cara virtual.

Dia mengatakan bakal menjalankan tugas,   dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan agar aman Covid-19. Dia  juga melakukan isolasi mandiri hingga dinyatakan sembuh.


“Di tengah berbagai kegiatan yang padat, atas inisiatif hamba sendiri, saya melakukan tes swab pada tanggal 18 September & ternyata hasilnya dinyatakan positif. Meskipun demikian alhamdulillah pada saat tersebut saya merasa dalam kondisi wujud yang baik, ” ucap Pintar, seperti disampaikan Yatri, dikutip  CNN Indonesia, Sabtu (19/9).

“Untuk tetap bisa beraktivitas dan melaksanakan tanggung jawab saya selaku Rektor melalui penyelarasan secara virtual. Saya akan melaksanakan protokol kesehatan untuk isolasi mandiri sampai dengan dinyatakan sembuh, ” ujarnya.

Cendekia berlatar belakang pendidikan yakni S1 IPB, Ilmu-Ilmu Ekonomi Pertanian, 1995,   S2 IPB, Sosiologi Pedesaan, 1999, dan  S3 Kagoshima University, Jepang, Department of Marine Social Science, 2006.

Arif juga meminta agar didoakan agar diberikan kesehatan agar dapat tetap beraktivitas.

“Dan saya pun mendoakan agar kita semua senantiasa dianugerahi kesehatan, sehingga kita bisa terus beraktivitas, berinovasi dan saling menginspirasi, ” imbuh pemegang The First Winner of the JIFRS Yamamoto Prize on Yamamoto Award for the Best Paper at International Institute for Fisheries Economics and Trade (IIFET) Conference pada tahun 2008 itu.

Tak hanya Arif di dunia akademisi, di bidang politik,   Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman serupa positif terjangkit Covid-19 . Demikian disampaikan langsung oleh Arief via pesan singkat kepada media, Jumat (18/9/2020).

“Diberitahukan kepada teman-teman media bahwa saat ini saya sedangkan menjalani karantina mandiri di rumah, ” ujarnya dalam pesan dengan diterima CNBC Indonesia.

Ia lantas menceritakan kronologis terjangkit Covid-19. Pada Rabu (16/9/2020), Arief menjalani rapid test dengan hasil nonreaktif. Sehari berselang, pada malam hari, Ia menjalani swab test sebagai syarat menghadiri rapat dalam Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (18/9/2020), dan hasilnya ternyata positif.

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)