Jakarta, CNBC Indonesia – Bankir dan pengusaha Indonesia, Arwin Rasyid menjadi salah satu orang yang terpapar Covid-19 setelah kunjungannya ke Pulau Dewata bersama teman-temannya.

“Saya termasuk orang dengan terkecoh. Karena saya sedang bervakansi di Bali dengan teman-teman golfer lainnya. Pada 11 September hamba demam, malam hari, ” katanya memulai kisahnya secara virtual di Jakarta, Senin (19/10/2020).

Sebelum sakit, Arwin  makan beserta dengan teman-temannya tanpa #pakaimasker  tenggat duduk berdekatan. Dari situ dia menyadari, mungkin ada satu pada antara teman yang bersama kala itu positif Covid-19 tetapi tergolong  OTG  atau orang tanpa isyarat.


Tempat berpikir, demam yang dialaminya merupakan demam biasa. Hal ini sebab dia tidak merasa ada anda-tanda Covid-19 lainnya seperti batuk, radang selaput lendir, hingga hilangnya indra penciuman. Belakangan, dia memutuskan kembali ke Jakarta, setelah sebelumnya menjalani rapid test, yang ternyata hasilnya negatif.

“Kemudian sampai Jakarta jolok blood test DBD dan tipes. Waktu ambil swab test, (saya positif) semuanya teman saya ternyata terpapar Covid-19 juga, ” sekapur Arwin  yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank CIMB  Niaga Tbk  (BNGA) dan PT Telkom Tbk  (TLKM)

Awal masuk RS, dia menyekat komunikasi supaya tidak menimbulkan kecemasan. Dia merasa beruntung adanya support system yang baik dari keluarganya.

“Ditelepon istri 2-3 jam, di whatsapp anak-anak, bertepatan juga jendela saya (di RS) menghadap jalanan, bisa dadah-dadah, ” katanya.

Jujur, dia merasa stres pokok masuk RS. Dia tidak menyangka, masuk RS tanpa bisa dikunjungi seorangpun. Setelah masuk RS, fakta lainnya timbul yaitu diare tenggat batuk-batuk.

“Ada kebingungan luar biasa, saya stres, khawatir. Akhirnya saya bangkit di keadaan ketiga. Kenapa menyesal terus, lebih baik bangkit, yang awalnya langsung menyesal kenapa saya lalai, ” katanya lagi.

Masa ini, dia sudah pulih. Tersedia 3 pesan yang ingin disampaikan olehnya. Pertama Covid-19 bisa datang dengan berbagai cara. Menurutnya tanpa terkecoh dan tetap hati-hati.

Untuk itu dia mengajukan agar protokol kesehatan harus tentu diterapkan meski berada di dunia teman-teman dekat. Protokol kesehatan itu adalah #pakaimasker, #jagajarak, dan #cucitangan  pakai sabun,

Kedua, saat terpapar Covid-19 jangan lantas panik. “Ketiga optimis. Saya bisa optimis baru bisa menerima apa yang terjadi, oleh karena tersebut banyak berdoa, optimis, ” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)