Jakarta, CNBC Indonesia – Informasi Kantor Anggaran Kongres (Congressional Budget Office/CBO)  Amerika Serikat (AS) menyatakan jika utang pemerintah Donald Trump akan melampaui ukuran ekonomi Amerika tahun depan.

“Utang yang membengkak akibat meningkatnya berterima defisit untuk menangani pandemi virus corona (Covid-19)  akan menggunung, ” tulis laporan CBO yang diterbitkan pada Rabu (2/9/2020), dikutip mencuaikan AFP .

Defisit GANDAR akan meningkat menjadi 107% dibanding produk domestik bruto (PDB) di 2023, tertinggi dalam sejarah kaum, melebihi puncak sebelumnya pada tarikh 1946 setelah Perang Dunia II.

CBO juga mengucapkan perkiraan terbaru memproyeksikan bahwa dalam tahun 2030, utang AS bakal sama dengan 109% dari PDB.

Selain itu, kekurangan anggaran tahun 2020 ini diperkirakan meningkat tiga kali lipat menjadi US$ 3, 3 triliun (sekitar Rp 48. 741 triliun, asumsi Rp 14. 770/US$) atau 16% dari PDB.


Angka ini terbesar sejak tahun 1945.

GANDAR sendiri kini sudah mengalami resesi teknikal. Laporan dari Departemen Perdagangan AS yang dirilis Kamis (30/7/2020) dilansir langsung dari CNBC International menyatakan jika perekonomian negeri Paman Sam tercatat -32, 9% pada periode April – Juni.

Kontraksi ini jauh lebih garang dari kuartal I yang tercatat -5%.

Kontraksi cendekia terjadi dalam konsumsi, ekspor, mematok investasi dan pengeluaran pemerintah. Pengeluara yang tergelincir cukup dalam merupakan health care atau kesehatan dan barang-barang, seperti pakaian dan tumpuan kaki sementara penurunan investasi terdalam diakibatkan oleh loyonya sektor otomotif.

Meskipun begitu, AS setidaknya tetap membawa kabar cantik. Sebuah survei menyatakan jika pembuat AS melihat keuntungan yang jelas pada Agustus 2020 setelah kehancuran akibat Covid-19.

Indeks manufaktur Institute for Supply Management (ISM) naik lebih dari dengan diharapkan bulan lalu menjadi 56% dari 54, 2% pada Juli, dengan metrik utama melanjutkan ekspansi setelah penutupan bisnis akibat Covid-19. Meskipun ada penurunan, manufaktur GANDAR tetap melihat pertumbuhan 131 kamar berturut-turut, yang berakhir pada bulan April lalu.

[Gambas:Video CNBC]
(sef/sef)