Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar saham AS ditutup menguat pada Rabu waktu AS atau Kamis pagi waktu Indonesia (6/8/2020) setelah tiga indeks cetakan utama di bursa Wall Street berada di zona hijau seiring dengan sentimen membaiknya kinerja emiten di Negeri Paman Sam.

Mengacu data perdagangan, Ruang Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melesat 1, 39% pada level 27. 201, sementara Indeks S& P 500 juga terangkat 0. 64% di posisi 3. 327, sedangkan Indeks Nasdaq terangkat 0, 52% di level 10. 998.

Saham-saham penguat DJIA di antaranya Walt Disneys co melesat 8, 79%, berarakan Boeing Co 5, 58%, dan Nike Inc 3, 71%.


Sementara saham-saham pendorong kenaikan S& P di antaranya Assurant Inc 14, 15%, American Airlines 9, 5%, dan juga Walt Disneys 8, 79%.

Di sisi lain, saham bagian Nasdaq yang menjadi pendorong kemajuan indeks acuan Bursa Nasdaq tersebut yakni American Airlines 9. 5%, Monster 6, 52%, dan United Airlines 4, 4%.

Tadi malam, pasar uang saham AS memang dibuka menguat menyusul kinerja positif emiten GANDAR di tengah kabar kemajuan pengembangan vaksin anti-corona.

Johnson& Johnson mengumumkan adanya kesepakatan senilai US$ 1 miliar dengan pemerintah AS untuk memproduksi 100 juta dosis vaksin yang sedang tempat kembangkan, jika memang terbukti efektif mengalahkan virus Covid-19.

Laba Disney yang lebih baik dari ekspektasi membantu memulihkan sentimen pasar di Wall Street, sesudah raksasa media dan wahana hiburan itu membukukan laba US$ 0, 08 per saham, atau membalik perkiraan analis yang menduga Disney bakal rugi US$0, 64 bola lampu saham.

Tak beradu di situ, Disney juga mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki 100 juta pelanggan berbayar dari kebaikan streaming, termasuk di antaranya Disney+, Hulu dan ESPN+. Saham perseroan pun melesat 6% di sesi pra-pembukaan.

Kabar elok itu menetralisir berita buruk dari sektor tenaga kerja. ADP  ( Automatic Data Processing)  mencatat hanya ada pembukaan lapangan kerja baru sebanyak 167. 000 orang pada bulan Juli. Angka itu jauh dari konsensus ekonom dalam polling Dow Jones dengan mengekspektasikan angka 1 juta pelaku baru. Pada Juni, angka penyerapan tenaga kerja baru mencapai dua, 37 juta.

Selain itu, pelaku rekan mencermati hasil survei Indeks Organisator Pembelian (Purchasing Managers’ Index/ PMI) non-manufaktur. Ekonom dalam polling Dow Jones, memperkirakan angkanya di kelas 55, masih ekspansif, tetapi terbatas turun dari posisi Juni sejumlah 57, 1.

Investor juga memonitor negosiasi paket provokasi yang baru. Sejauh ini, pertahanan Demokrat dan Republik telah membenarkan mengenai dana lump sum senilai US$ 1. 200 untuk penganggur namun masih belum sepakat mengenai kadar tunjangan pengangguran.

“Menurut saya ekspektasi pasar adalah bahwa kita bakal mendapati stimulus itu, ” tutur Lindsay Bell, analis Ally Invest kepada CNBC International .

Harian Wall Street Journal pada Selasa memberitakan bahwa Perwakilan Dagang GANDAR Robert Lighthizer dan Wakil Perdana Menteri China Liu akan bersemuka pertengahan Agustus ini untuk mendiskusikan kesepakatan dagang fase satu antara AS dan China.

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)