Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah negara melarang warga negara Indonesia (WNI) untuk masuk ke negaranya. Belakang adalah Malaysia.

Kampung itu per Senin (7/9/2020) kemarin, resmi melarang WNI ke negeri itu. Pasalnya kasus Covid-19 di RI masih tinggi, lebih lantaran 15. 000 kasus.

Ditulis Malay Mail, pembatasan ini akan berlaku untuk penduduk tetap, pemegang izin mengakar ‘Malaysia My Second Home’. Tercatat ekspatriat, pemegang visa pasangan dan pelajar.

“Keputusan tersebut diambil atas saran dari departemen kesehatan untuk memastikan Covid-19 tersedia di negara itu, ” kata Menteri Pertahanan Ismail Sabri zaman konferensi pers.

Selain Indonesia, Filipina dan India serupa termasuk. Larangan juga berlaku untuk warga Brasil, Prancis, Spanyol, Italia, Arab Saudi, Rusia dan Bangladesh.

Selain Malaysia sesungguhnya ada sejumlah negara yang melarang WNI masuk sejak Maret. Antara lain Arab Saudi, Australia serta Brunei Darussalam, dan Jepang.


Di Arab Saudi, larangan sudah ada sejak Maret 2020. RI bersama 50 negara lain tidak diperkenankan merembes ke negeri itu.

Hal ini juga diumumkan KBRI Riyadh. Namun ditegaskan bahwa kekangan hanya sementara.

Hal senada juga dilakukan Australia. Negara Kanguru juga melarang masuknya warga sejumlah negara, termasuk RI, sejak Maret.

Begitu pun Brunei. Negara itu tak meluluskan WNI masuk baik dari darat, laut maupun udara.

Hal ini diumumkan oleh Gajah Dalam Negeri Brunei Dato Cahaya Setia Awang Abu Bakar Apong dalam konferensi pers seperti dilansir media The Star.

Pertimbangan khusus hanya akan dikasih oleh Departemen Imigrasi dan Registrasi Nasional terkait dengan masalah-masalah penting.

Di Jepang, metode dikeluarkan sejak April. Seluruh WNI termasuk yang telah memiliki surat residen dan mengisi kartu re-entry, tidak diizinkan masuk wilayah Jepang sejak 3 April 2020 jam 00. 00.

Tetapi ada sejumlah pengecualian. Ini melekat mereka yang berstatus permanent resident. Termasuk pasangan atau anak awak negara Jepang, pasangan atau anak permanent residence, long term resident.

[Gambas:Video CNBC]
(sef/sef)