Jakarta, CNBC Indonesia semrawut Mantan Kepala Divisi Investasi & Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan divonis penjara seumur hidup karena bersalah dalam skandal korupsi Jiwasraya.

“Menyatakan terdakwa Syahmirwan terbukti secara sah dan membuktikan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan bersama-sama sebagaimana di dalam dakwaan primer, ” ujar Indah Hakim membacakan vonis, Senin (12/10/2020).

Hakim menyatakan Syahmirwan melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU no 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 (1) ke 1 KUHP.


Vonis terhadap Syahmirwan bertambah berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya, yakni pidana penjara selama 18 tahun dan denda senilai Rp 1 miliar.

Vonis yang diterima Syahmirwan juga sama dengan mantan atasannya di Jiwasraya, yakni Mantan Penasihat Utama Hendrisman Rahim dan mantan Direktur Keuangan Hary Prasetyo. Dengan demikian ketiganya divonis penjara seumur hidup.

Selain Syahmirwam, Hary Prasetyo dan Hendrisman Rahim, Hakim juga membacakan sidang putusan terhadap Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.

Sebelumnya, Hakim menyebut, para tersangka telah melakukan kegiatan yang terencana, terstruktur, massif dan merugikan para nasabah Jiwasraya dan bertentangan dengan prinsip penyelenggaraan negara yang terang dari korupsi.

Jadi informasi, Kejaksaan Agung sudah menetapkan Hendrisman Cs sebagai terdakwa pada kasus Jiwasraya. Nilai kerugian negara akibat penempatan investasi Jiwasraya bagus di saham dan reksa pemberian ditaksir mencapai Rp 16, 8 triliun berdasarkan data Badan Penyelidik Keuangan.

Tak hanya itu, dalam kasus Jiwasraya, Kejagung juga menetapkan satu pejabat Dominasi Jasa Keuagan dan 13 perusahaan manajer investasi (MI) sebagai tersangka.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)